senjata ultramen gamers
Gaming

Ultramen gamers: Sebuah sindrom sebagian PC gamer

May 10, 2016

Apa sih ultramen gamers? Nanti akan kita bahas, Kalau ngomong soal gamers, berdasarkan platform yang mereka gunakan, paling tidak bisa terpecah menjadi dua jenis: PC Gamers, dan Console Gamers. Dan keduanya ini menghiasi forum-forum internet dan kolom komentar youtube dengan komen-komen sampah mereka yang selalu membangga-banggakan platform yang mereka gunakan.

“PC ribet!” Kata console gamers

“Ah dasar, console gamers jelata. Makan tuh grafik sampah” Kata PC Gamers

Dan mereka pun sibuk berdebat sampai lupa memainkan game-game di platform yang mereka banggakan.

Tapi itu akan gue bahas di tulisan yang lain (selagi gw mempersiapkan mental menghadapi serbuan PC gamers dan console gamers yang mungkin akan menyerbu gw setelah tulisan itu keluar)

Untuk kali ini, mari kita bahas salah satu saja, yaitu penyakit PC gamers (Console gamers, you’ll get your turn, don’t worry :p) 

Apa salah satu penyakit yang diderita oleh banyak PC gamers? Gw menyebutnya dengan “Ultramen gamers”. Para ultramen gamers ini terobsesi dengan grafik setting ultra dalam memainkan sebuah game. Seolah-olah setting grafik ultra merupakan satu-satunya indikator dimana sebuah game itu playable.

Salah satu kelebihan dari PC Gaming adalah kemampuan untuk memaksimalkan hardware untuk mendapatkan setting yang terbaik. Tolong di-note “memaksimalkan hardware” pada kalimat gw di atas. Artinya apa? Ya kita bisa mendapatkan setting ultra, pada saat hardware yang kita punya juga mempunyai performance yang ultra. Kalau spek PC kita sampah, ya jangan harap main Battlefield 4 atau Assassin Creeed Unity di setting ultra, main minecraft setting low aja dapet 20 FPS.

Jangan salah, itu terjadi lho. Gw sering banget mendapatkan pertanyaan “bang, spek kayak gini bisa main ultra gak?” dan pas gw lihat speknya, mungkin main solitaire aja ngos-ngosan (oke ini hiperbola, but you’ll get the idea)

Intinya adalah, sesuaikan lah keinginan dengan kemampuan. Kalau hitungan kasar gw, budget PC di bawah 10 juta, nggak mungkin lah main game setting ultra. Di atas 15 juta mungkin udah bisa, balik lagi tergantung gamenya apa. And here’s a good news dari PC gaming: “LO GA HARUS  MAIN DI SETTING ULTRA BUAT MENIKMATI GAME” silahkan print kalimat tadi dan tempel itu di gaming set-up kalian.

Buat gw, setting ultra itu bukan sesuatu yang wajib, lebih ke bonus pada saat kita bisa mencapainya. Oke, main game dengan grafik yang bening, sebening Isyana Sarasvati, memang menggiurkan. Tapi percaya ama gw deh, mereka, para ultramen gamers, yang pada akhirnya mencapai setting ultra pun pada akhirnya cuma buat bragging dan bangga-banggaan di komunitas mereka kok. Did they enjoy the game more than they enjoy the graphic? Did they finished the game? Did they remember the great story? Ya gw nggak tahu dan nggak bia nge-judge mereka juga. Tapi pertanyaan-pertanyaan diatas cukup valid di ajukan kepada mereka para Ultramaniacs.

Sekali lagi, bersyukurlah dengan apa yang kita punya, dan maksimalkan itu untuk mendapatkan experience game yang sebenarnya. Because game is not just about graphic, FPS, or platform fanboyism. Gaming is all about experiencing the world in another story. We are gamers, let’s just game and have fun. Peace!

photo credit: Who likes gaming 🙂 via photopin (license)

Only registered users can comment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *