casing pc
PC

Memilih Casing PC: Fungsional atau estetika dulu?

June 16, 2017

Memilih casing PC mungkin hal terakhir yang menjadi pertimbangan mereka yang mau rakit PC. Alasannya sederhana. Nggak ngaruh ke performa, nggak nambah FPS pas maen The Witcher 3, dan yang pasti bukan hal yang bisa kalian banggain pada saat ngomongin tentang PC kalian.

“PC gw baru aja gw upgrade ke Ryzen 7 nih!”
“Wih seru abis, gw juga baru upgrade ke 1080 Ti”
” Eh eh, casing gw dong ada windowed side panelnya”
“?????”

Okeh mungkin memilih casing PC bukan the most excited thing to do pada saat merakit PC dibanding memutuskan memilih mau pakai processor apa, Intel core i7 Kabylake atau Ryzen 7, pakai graphic card NVIDIA atau Radeon. Tapi bukan berarti harus ngasal juga dalam memilih casing PC. Paling nggak, ada fungsi yang bisa diberikan oleh casing PC kalian di luar masalah performa yaitu fungsi pamer. Mau processor kalian Ryzen 7 yang paling kenceng atau Core i9 yang harganya sama dengan menjual organ tubuh kalian di marketplace, ya percuma aja kalo dipamerinnya di atas test bed.

Setidaknya ada 2 hal yang harus diperhatikan pada saat memilih casing PC. Faktor fungsional dan faktor estetika. Sebelum masuk ke dua hal tersebut, general rule-nya adalah, kurang lebih sama lah dengan memilih komponen-komponen lain, ada budget, ada kualitas. Semakin besar budget yang kalian punya, semakin leluasa kalian menyeimbangkan kedua faktor fungsional dan estetika tadi. Hitung-hitungan versi gw sih setidaknya sisihkan minimal 10% dari total budget PC kalian hanya untuk casing.

Form factor dan air flow
Boleh dibilang dua hal ini merupakan faktor fungsional yang paling penting dalam memilih casing PC, yang berarti apabila kurang cermat dalam memilih, ada kemungkinan PC kalian tidak bisa beroperasi secara optimal. Yang pertama, tentang form factor. Setidaknya ada 4 form factor diurutkan dari yang paling besar ke kecil yaitu: Full tower, Mid tower, Mini tower dan small form factor. Bisa juga dibagi 3 sesuai dengan jenis motherboard yang digunakan yaitu: ATX, Micro ITX dan Mini ITX. Ini merupakan hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih PC casing, sesuaikan dengan form factor motherboard yang digunakan. Jangan sampai kejadian mau lucu-lucuan pakai casing mini ITX tapi beli motherboardnya jenis ATX, ya nggak bakalan muat. Masih soal ukuran, hal lain yang harus diperhatikan adalah dimensi graphic card yang akan kalian gunakan, apakah muat di dalam casing atau nggak. Caranya, bandingkan aja dimensi graphic card kalian dengan lebar interior di dalam casing.

memilih casing pc, air flow juga hal penting yang harus dipertimbangkan
Air flow merupakan salah satu pertimbangan dalam memilih casing pc

Nextnya, hal yang berhubungan dengan air flow di dalam casing. Untuk casing yang agak mahal biasanya ini bukan masalah karena biasanya selain dimensi yang agak lebar (pengecualian buat mini itx casing yang emang didesain secara compact yah), ventilasinya banyak, nggak kekurangan fan dan possibility buat install watercooling juga, serta hal-hal yang berhubungan dengan maintenance seperti dust filter. Untuk casing-casing murah, di bawah Rp 500 ribu biasanya faktor ini yang jadi kompromi dan dikorbankan demi fitur-fitur lain yang sifatnya estetika seperti windowed side panel (bahan akrilik tentunya), LED, sampai PSU cover. Yang sering gw temui sih biasanya, hilangnya fan buat exhaust air flow di belakang casing, sehingga kalian harus beli fan tambahan.

upgrade gak ya?
Rencana upgrade juga harus dipertimbangkan pada saat memilih casing PC

Casing dan rencana upgrade
Lha, emang berhubungan? Justru di sini pentingnya melihat fungsi casing yang bukan hanya sekedar “tempat nyantol komponen” tetapi bagian dari skenario penggunaan PC beberapa tahun ke depan. Jangan hanya berpikir sekarang, tapi apa rencana upgrade ke depan. Mau SLI atau crossfire? Mau nambah banyak hard drive atau SSD? (yang kemungkinan besar pasti akan terjadi), atau mau install watercooling? Udah pasti ini berhubungan dengan kemampuan casing kalian mengakomodir hal-hal tersebut.

Front panel USB 3.0, Card reader and Optical drive bay
Ketiga hal di atas sifatnya fungsional tapi optional tergantung kalian perlu atau nggak. Sering banget kejadian motherboardnya dilengkapi dengan USB 3.0 port tapi casingnya tidak ada USB 3.0 front panel. Soal apakah optical drive masih penting pada era usb dan cloud ini ternyata masih belum juga satu suara. Gw sendiri sih udah nggak kepikiran buat nambahin optical drive di PC yang mau gw rakit. Selain ngurang-ngurangin biaya rakit dan nggak bakal kepake juga, PC casing dengan optical drive itu so 10 years ago. Tapi gw cukup ngerti alasan kenapa masih ada yang pakai optical drive di era sekarang ini. Biasanya mereka ini yang masih rutin ke mangga dua untuk belanja CD/DVD untuk program/game baik yang ORI atau bajakan (lebih ke yang terakhir sih hahaha)

Estetika?
Ketika dihadapkan pada dua pilihan antara fungsional dan estetika, jawaban gw jelas: tergantung budget. Kalau budget gede mah, nggak harus kompromi antara fungsi dan estetika. Kalian bisa milih casing dengan fitur paling lengkap dengan tampilan yang paling cakep. Yang susah itu kalo budget kecil. Pengen keren tapi akhirnya ada hal-hal yang sifatnya fungsional malah hilang. Apa aja sih faktor estetika dalam memilih casing pc? Yang pertama, design. Kalau ini jelas subjektif banget. Ada yang suka dengan casing yang tampilannya sangar dan gaming banget, gw sendiri lebih memilih yang minimalis, simple dan elegan. Again, balik lagi ke preferensi masing-masing. Selanjutnya, windowed side panel. Ini jelas fungsinya, yaitu buat pamer. Make sure aja ada yang dipamerin di dalam casing, apakah itu graphic card mahal atau tampilan keren, RGB strip, kerapihan system dan lain-lain. Kalau emang nggak ada yang dipamerin mah mending pakai side panel biasa aja. Windowed side panel ini juga terbagi dua dari segi bahan yang digunakan. Bahan tempered glass untuk merek yang punya budget sultan, atau berbahan akrilik untuk mereka yang tetep mau pamer tapi budget agak minim. Berikutnya, PSU cover. Menurut gw, fitur ini juga masuknya ke estetika dimana dengan adanya PSU cover, sistem interior PC kalian akan terlihat lebih rapi dengan kabel PSU yang tersembunyi. Dan sekarang, PSU cover bukan hanya fitur yang tersedia untuk casing-casing mahal tapi juga casing budget minim, misalnya keluaran Cube gaming. Biasanya di kisaran harga di bawah Rp. 500.000 udah dilengkapi dengan PSU cover. Tapi, seperti yang gw bilang di atas, seharusnya kalau memang budget kita minim, lebih baik memilih casing yang fitur fungsionalnya dipenuhi dulu. Kalau budget agak lebih, silahkan memikirkan estetika.

Beberapa video Tangan Belang yang membahas casing ada di link berikut: Review bitfenix aurora, Impresi pertama Thermaltake Suppresor F1 dan merakit PC dengan casing mahal yaitu Phanteks Enthoo Evolv Tempered glass

Bagaimana menurut kalian? Oiya, casing apa yang kalian pakai sekarang dan apa sih faktor yang menjadi pertimbangan kalian dalam memilih casing? Bisa tulis di kolom komentar. Terima kasih udah baca, boleh share artikel ini kalau memang bermanfaat. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Only registered users can comment.

  1. bahas soal fan pada casing, bagaimana cara mengetahui apakah fan pada casing yg kita miliki cukup, kurang atau bahkan berlebih? bagaimana cara mengatur airflow supaya lancar di dalam casing? menurutku harus ada udara dari luar casing yg ditarik ke dalam casing, lalu ada udara panas dari dalam casing yang harus dikeluarkan keluar casing. ada yg menyebutkan positive, negative dan balance air presure. dalam kondisi seperti apa kita harus menentukan menggunakan tipe positive, negative atau balance air pressure?

  2. Bang Artikel nya nge bantu banget nih Thx Brother.., nah ada pertanyaan nih bang buat Casing PC yang sekarang” ini mempertimbangkan hal yang aneh.. bisa di bilang, setiap pembelian pc selalu ada PSU bawaan dari casing ntah itu berapa watt++, tapi apakah PSU itu bagus kualitas bawaan dari si Casing tersebut ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *