blue switch
PC

Mechanical Keyboard dan 3 hal yang harus diketahui sebelum memilih

May 29, 2017

Kalau kalian masih nggak familiar dengan Mechanical keyboard, kemungkinan besar kalian kurang update, jarang baca atau belum subscribe ke channel Tangan Belang, hehe promosi dikit. Well, ada satu alasan lagi sih, yaitu kalian mac user :)) Tapi beneran deh, beralih dari keyboard rubber dome ke mechanical keyboard menurut gw adalah salah satu “hijrah” yang harus dilakukan oleh PC user yang gw yakin setelah kalian ngerasain pakai mechanical keyboard nggak mungkin balik lagi.

“Iyaa tapi mechanical keyboard itu apaan, bang?” kata yang belum tahu sama sekali tentang mechanical keyboard. Gw pernah bikin video tentang apa itu mechanical keyboard dan me-review beberapa brand mechanical keyboard, kalian bisa cek di playlist ini. Simplenya, ada 2 jenis keyboard. Rubber dome/membrane yang murah, dan menggunakan karet untuk me-register keystroke pada keyboard. Yang kedua, keyboard (agak) mahal, tahan lama, karena menggunakan switch mekanik pada key switchnya. Kalau kalian belum tahu apa itu mechanical keyboard kemungkinan besar yang kalian pakai sekarang adalah rubber dome/membrane keyboard.

Berikut 3 hal yang perlu diketahui tentang mechanical keyboard yang mungkin berguna dalam memilih mechanical keyboard yang pas buat kalian.

Full size, TKL, atau yang lain?

Hal pertama yang bisa jadi pertimbangan adalah form factor dari keyboard. Ini menyangkut dimensi keyboard dan key yang tersedia pada form factor tersebut. Full size merupakan yang paling umum digunakan dimana semua key tersedia. Kalau kalian PC user awam, kemungkinan keyboard kalian termasuk form factor ini. Yang kedua, TKL atau Ten Keyless. Basically, ini adalah full size keyboard minus tombol numpad. Buat gw pribadi, TKL ini jadi pilihan gw pada saat pertama kali beralih ke mechanical keyboard karena gw suka dimensinya dan gak pernah pakai tombol numpad juga. Berikutnya form factor 75%. Form factor ini agak kurang populer dan gw sendiri nggak pernah lihat di pasar Indonesia, form factor ini mirip dengan TKL tapi dengan layout keyboard yang tidak standar karena peletakkan posisi key panah navigasi di sebelah kanan. Selanjutnya 60% form factor. Terus terang gw juga baru tahu ada form factor yang lebih kecil dari TKL, dan gw berkesempatan buat nyoba dan mereview salah satu keyboard 60% yaitu Anne Pro Mechanical keyboard. Review lengkapnya bisa dilihat di video ini. Apakah ada yang lebih kecil dari 60%? Ternyata ada! Form factor 40% dimana hanya terdapat alfabet aja dan beberapa tombol fungsi seperti control, shift dan lain-lain.

Nah, setelah tahu semua form factor dari keyboard, mana yang harus dipilih? Pemilihan form factor tergantung pada skenario penggunaan keyboard dan aspek estetika. Karena menurut gw, alasan memilih form factor keyboard yang lebih kecil adalah kita ingin mendapatkan space yang lebih besar pada desk setup kita. Jadi, dilihat dulu skenario penggunaan keyboard kita seperti apa. Kalau kita termasuk orang yang wajib menggunakan numpad, full size is a must. Buat gw sendiri, pilihan paling aman memang full size atau TKL. Selain kedua form factor itu, sifatnya eksperimental. Either you love it, or it’s useless.

Hitam, biru, atau coklat?

http://thewirecutter.com/wp-content/uploads/2016/12/mechanical-keyboards-switch-illustration-630.gif
tipe mechanical switch

Hal kedua yang perlu diperhatikan saat memilih mechanical keyboard adalah key switch apa yang akan kita pilih. Ada 2 hal yang mau gw bahas di sini, yang pertama jenis key switch yang dibedakan berdasarkan warnanya. Jenis key switch mechanical keyboard yang umum ditemukan di pasar Indonesia biasanya ada 3: biru, hitam dan coklat. Sebenarnya lebih banyak dari ini cuma untuk mempersingkat, gw cuma akan bahas 3 warna itu aja. Pemilihan key switch ini berpengaruh pada feedback/feel pada saat menekan switch dan suara “click” yang dihasilkan. Switch biru, ini yang lumayan familiar buat gw dan sempet beberapa kali gw pakai. Pada saat menekan switch feedbacknya cukup terasa, hingga memberikan sensasi yang mantap pada saat mengetik. Belum lagi suara “clicky” yang agak keras pada saat switch ditekan bisa memberikan “eargasm” buat sebagian orang, namun buat sebagian lainnya ini bisa jadi kekurangan karena dianggap berisik. Key switch biru ini memang cocoknya kalau kalian punya space tersendiri sehingga suara clicknya tidak menggganggu suasana sekitar. Key switch berikutnya berwarna coklat. Boleh dibilang ini versi ringan dari switch biru dengan feedback penekanan yang cukup ringan dengan suara “non clicky” Boleh dibilang, key switch coklat ini cocok buat mereka yang mau pakai mechanical keyboard tapi low profile. Gw pribadi sih nggak cocok pakai coklat karena yang gw cari dari mechanical keyboard adalah suara berisiknya dan feeling tactilenya. Switch berikutnya adalah warna hitam. Nah, kalo ini tipe switch yang “hardcore” Nggak ada tactile feedback sama sekali. Suara clicky pun nggak ada dan key switch terasa agak kaku pada saat ditekan untuk meminimalisir kesalahan penekanan. Gamer pro yang tidak bisa mentolerir kesalahan pada penekanan tombol keyboard, biasa menggunakan switch ini.

Itu dilihat dari jenis switch berdasarkan warnanya. Selanjutnya adalah berdasarkan brand/perusahaan yang memproduksi switchnya. Tentu saja ini berhubungan dengan build quality, durability dan lain-lain. Merk yang paling terkenal udah pasti Cherry MX. Dan kalau memang ada budgetnya gw selalu sarankan pakai merk ini. Sedangkan brand kelas duanya, biasanya produksi cina antara lain Outemu dan Kailh (2 ini yang gw udah coba) build quality dan durability udah pasti jauh dari cherry mx, tapi untuk memberikan sensasi mechanical keyboard dengan harga terjangkau. boleh lah dicoba. Merk lainnya yang baru aja gw coba pada saat mereview Anne Pro 60% mechanical keyboard kemarin adalah switch merk gateron, yang setelah gw baca dan riset ternyata justru merk ini yang pesaing utama dari cherry mx, bahkan secara kualitas dan feel hampir mendekati cherry mx. Namun soal durability gw belum bisa bilang apa-apa karena baru aja coba. Intinya dalam memilih switch mechanical keyboard adalah sesuaikan dengan apa yang kalian inginkan dari mechanical keyboard secara feeling pada saat mengetik, feedback yang dihasilkan serta suara yang dikeluarkan. Paling gampang sih memang harus ke toko dan coba sendiri mana yang paling sesuai.

ABS atau PBT?
Keycap ini sebenernya jarang jadi perhatian mereka yang mau milih mechanical keyboard. Tapi menarik juga buat dibahas sedikit. Paling nggak, jadi ngerti kalau ngeliat spesifikasi mechanical keyboard dan tau kenapa keyboard yang satu lebih mahal dari yang lain karena perbedaan jenis keycapsnya. Dua hal yang perlu diperhatikan pada keycap keyboard adalah, pertama bahan pembuat keycap itu sendiri yang umumnya terdiri 2 jenis yaitu ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) dan PBT (Polybutylene Terephthalate). ABS ini bahan yang paling umum ditemukan pada keyboard karena biaya pembuatannya yang murah. Berasa banget plastiknya, enteng dan seiring waktu akan menguning. Sementara PBT, merupakan bahan berkualitas tinggi, materialnya bertekstur, agak sedikit berat, dan yang paling penting tidak menguning. Itu dari segi bahan pembuat keycapnya. Bagaimana dengan teknik pembuatan simbol di atas keycap? Punya keyboard yang hurufnya udah pudar hanya dalam waktu beberapa tahun? Nah berikut adalah beberapa teknik bagaimana simbol dibubuhkan di atas keycap. Yang pertama adalah, pad printing. Ini teknik yang paling banyak digunakan dalam membubuhkan simbol di atas keycap karena costnya yang murah. Simbol langsung di-print di atas keycap. Mengenalinya gampang banget karena terlihat seperti stiker. Kalau kalian iseng, coba gesek-gesek pakai benda tajam, pasti langsung hilang simbolnya. Yang kedua, laser engraving. Basically, keycap dibakar menggunakan laser membentuk simbol lalu disiram dengan cat. Yang ketiga, double shot injection. Ini teknik dengan hasil yang terbaik. Prosesnya bukan di-print, namun menggunakan 2 lapisan dimana lapisan pertama merupaka ukiran dari simbol dan lapisan kedua di bawahnya menutup ukiran tersebut dengan warna yang berbeda. Jadi nggak mungkin pudar karena 2 lapisan yang berbeda.

mechanical keyboard dengan keycap mantap
anne pro key cap mechanical keyboard. PBT. Doubleshot layer.

Itu kenapa gw lumayan impresif dengan Anne Pro mechanical keyboard yang gw review kemarin. Selain switch gateron yang lumayan mirip dengan cherry mx, kualitas keycapnya juga mantap dengan bahan PBT dan doubleshot layer (Btw, yang mau beli bekas review masih available ya. Email aja ke tanganbelangchannel@gmail.com promosi dikit hehehe)

 

Oke, segitu aja yang gw bisa share soal mechanical keyboard dan beberapa pertimbangan sebelum memilih mechanical keyboard dilihat dari layout, jenis switch serta keycap yang digunakan. Kalian ada yang mau menambahkan soal mechanical keyboard, tulis di kolom komentar biar gw dan teman-teman yang baca artikel ini bisa lebih banyak informasinya. Thanks udah baca, see you on another article.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *